Search Engine

TRANSLATOR

Tuesday, January 5, 2010

Managemen Memory

1. Latar belakang manajemen memory

Address Binding, Dynamic loading, Dynamic linking, Overlay

2. Konsep dinamic linking, dinamik loading, overlay, swapping

Dinamic Linking

· Menghubungkan semua rutin yang ada scr dinamis.

· Tidak membuang-buang tempat di disk dan memori (Kumpulan data yang ada dapat digunakan bersama-sama).

· Membutuhkan bantuan sistem operasi (Operating system dibutuhkan untuk memeriksa apakah routine itu ada dalam processes’ memory address).

· Linking dilaksanakan pada execution time.

· Sekumpulan kode kecil yg disebut stub, digunakan untuk mencari memory-resident library routine yang tepat (Stub akan mengganti dirinya sendiri dengan address dari routine, dan kemudian mengeksekusi routine).

· Dynamic linking digunakan untuk file libraries (System also known as shared libraries).

· Kelebihan: ukuran file kecil, irit, dipakai bersama

Kekurangan: jika dll hilang, perbedaaan versi

Dinamic loading

· Memanggil routine yang diperlukan saja pada memory (Routine yang tidak diperlukan, tidak akan dipanggil).

· Tidak memerlukan bantuan sistem operasi.

· Better memory-space utilization(Because unused routine is never loaded).

· Sangat berguna jika menangani banyak kode yg jarang diakses.

· Ketika pemanggilan terjadi rutin pemanggil akan memeriksa di memory, apakah rutin yg dibutuhkan itu sudah ada atau belum, jika belum dipanggil dan dialokasi ke memory

Overlay

Untuk memasukkan suatu proses yang membutuhkan memori lebih besar dari yang tersedia.

• Caranya:

– Data dan instruksi yang diperlukan dimasukkan langsung ke memori utama.

– Routine-nya dimasukkan ke memori secara bergantian. (dibagi-bagi / dipecah2).

– Bagian pendukung lain dimasukkan ke memory sekunder

– Memerlukan algoritma tambahan untuk melakukan overlays.

• Tidak memerlukan bantuan dari sistem operasi. Sulit untuk dilakukan.

Swapping

Sebuah proses harus berada di dalam memori untuk dapat dijalankan.

• Sebuah proses dapat di-swap sementara keluar memori ke sebuah penyimpanan cadangan (backing store) untuk kemudian dikembalikan lagi ke memori.

• Roll out, roll in adalah penjadualan swapping berbasis pada prioritas

proses berprioritas rendah di-swap keluar memori agar proses berprioritas tinggi dapat masuk dan dijalankan dimemori

• Backing store – fast disk large enough to accommodate copies of all memory images for all users

harus dapat direct access ke memory images

3. Konsep alokasi memory(single dan multiple partition allocation)

Single partition: alamat pertama memory yang dialokasikan untuk suatu proses adalah alamat setelah alamat yang dialokasikan untuk proses sebelumnya.

Partisi banyak: adalah dimana Sistem Operasi menyimpan informasi tentang semua bagian memori yang tersedia untuk digunakan (disebut hole).

4. Konsep MFT dan MVT dan akibatnya serta solusi dari akibat tersebut

5. Algoritma pada pengalokasian memory pada partisi dinamis.

• First fit : Mengalokasikan hole pertama yang besarnya mencukupi. Pencarian dimulai dari awal.

• Best fit : Mengalokasikan hole terkecil yang besarnya mencukupi (tepat).

• Next fit : Mengalokasikan hole pertama yang besarnya mencukupi.

– Pencarian dimulai dari akhir pencarian sebelumnya.

• Worst fit : Mengalokasikan hole terbesar yang tersedia.

• First-fit and best-fit better than worst-fit in terms of speed and storage utilization

No comments:

Post a Comment